Mari sedikit kita berlogika
Sayang kita berada di zona umur yang bisa dikatakan Dewasa
lantas kenapa pikiran kita masih seperti anak-anak? sayang sebenarnya kebersamaan kita ini perlu kesetian bukan permainan yang lewat belakang....
sayang, apa kamu pikir aku terlalu bisa untuk kau bodohi atau kamu berpikir bahwa dirimu sudah berhasil menjadi penipu ulung yang bisa bermain api dibelakang tanpa aku cium aromanya? haha, kamu terlalu salah sayang, kamu lupa akan arang bekas bakaranmu yang meskipun tertiup angin namun hitamnya masih membekas...
mari kita sedikit berlogika sayang
pertama, aku wanita yang alhamdulillah memiliki feel yang cukup untuk menangkap bahasa tubuhmu, lalu kamu pasti berpikir lantas kenapa aku tak mencurigaimu? alasannya, aku curiga tapi kecurigaanku itu aku tempatkan pada sisiku yang dewasa.... yang harus tau fakta sebelum menjudge dan alangkah beruntungnya dirimu karena permainanmu diatas rata rata :)
kedua, aku menemukan buktinya lantas masih bertahan denganmu dan pikiranmu pun berpikir bahwa sedikit rayuanmu bisa meluluhkan hatiku? ya, kamu benar sayang, aku terus terbuai dengan kata indahmu karena aku menempatkanmu ditempat yang bersinggasana layak bukan seperti hatimu yang hanya berisi koridor koridor yang bisa diganti penghuninya
selanjutnya, kamu mengulang kesalahanmu yang sama? haha, selamat sayang, jika memang itu benar terimakasih ;) aku bangga bisa mencintai orang sepertimu, walaupun pada akhirnya aku harus kecewa tapi aku tak menyesal, setidaknya kau mengajarkanku tentang dunia yang baru, tentang proses yang baru dan tentang cerita yang baru,
mari kita sedikit berlogika sayang
aku sudah melakukan yang terbaik untukmu, memberimu semangat, berusaha memahami dan mengertimu, berusaha melukis senyum dan tetap menata perasaan dirak problem yang engkau bingkai sendiri, lantas apa yang harus aku sesali, aku wanita dan sudah memang tugasku seperti itu, selamat jalan sayang... tempatmu bukan disini silahkan mengisi koridormu dengan orang orang selain aku :)