Dengan segala kekuatan
Aku melepasmu malam ini
Membiarkan hari esokku tersiksa pada rindu rindu yang tak lagi bisa ku sampaikan
Menangis pada setiap kesempatan mengingatmu
Aku menggores hatiku lagi dan kali ini pun akan terasa sangat parah
Kubiarkan sakitnya meresap agar tak perlu menemukan kau sebagai obat lagi
Aku mencintaimu secinta cintanya
Tetapi harus ku lepaskan sejauh jauhnya
Selamat tinggal
Disini aku sedang mencoba tanpamu
Mengikhlaskan setiap kenangan denganmu
Selamat jalan
Aku melepasmu
Temukan bahagia yg memang benar untukmu
Setiap orang punya cerita dan punya cara untuk menyampaikan. Apabila lisan tidak memberi jalan biarlah yang tertulis berbicara dengan deretan abjad dan katanya. Tugasmu hanya membaca dan mengomentarinya sisanya biar aku yang bercerita. Karna terkadang dalam bisu kita terbelenggu
Selasa, 27 Desember 2016
Selamat jalan, Aku melepasmu
Minggu, 18 Desember 2016
Edelweiss
Umpama nafas yang abadi kau ku letakkan diujung langkah langkah terakhirku melihat dunia
Ku letakkan pada bising dan sunyi dunia yang hanya aku didalamnya
Umpama hidup kau ku adukan pada penghujung nasib meski menuju mu bukanlah kesempurnaan yang seutuhnya
Jika saja bisa,
Abadi didalam jiwa mungkinlah yang terbaik
Memandang meski sesekali menghela nafas menikmati indahnya tawa dan senyummu
Kata orang takdir bisa diubah lewat doa
Oleh karena itu lima sujud wajibku selalu menyelipkan namamu di dalamnya
Ingat kah engkau pada bunga diujung jurang itu? Yang diyakini abadi sampai kita mati
Sampai semua rasa terhenti
Sampai semua makna yang ambigu terpahami
Ku letakkan ia kini di ujung jendela
Supaya tetap mampu menyapa matahari
Supaya tetap mampu abadi
Sebab kau adalah yang paling ku ingini
Sebut saja aku edelweiss
Yang ingin mengabadikan diri bersamamu
Panggil saja aku edelweiss
Sebab aku menemukan ke-aku-anku yang abadi padamu
Salam dari pemilik edelweiss yang kau petik diujung jurang dulu yang kemudian kau letakkan dipintu kamarku
Jumat, 16 Desember 2016
Satu malam lagi
Dan satu malam lagi kulewati tanpamu
Masih saja aku terus menguatkan diri
Melewati hening dan kelamnya malam tanpamu meskipun sebenarnya rindu serasa ingin membunuhku sebab tak sampai padamu
Tapi aku bisa apa?
Jiwaku telah sadar bahwa hadirnya tak begitu penting lagi untukmu tapi tetap saja rindu begitu egois menginginkanmu
Aku memilih menuliskanmu sebab menemuimu adalah yang tersusah
Aku masih saja cinta
Setelah hatiku kau koyak dengan lelah...
Aku masih saja mencari cara melepaskan yang bahkan niatpun sudah menyakitkan...
Ini salahku
Menempatkanmu pada yang terdalam dihatiku
Dan sekarang setelah aku menginginkanmu keluar, aku tak pernah siap merobek hatiku
Memecah tangis tangis yang akan timbul setelah kepergianmu
Aku menempatkanmu pada yang terdalam
Sungguh yang paling dalam dan sekarang itu yang menyakitiku
Aku ingin benar benar melepasmu tapi tetap saja langkah kecilku menuju mu
Dan satu malam lagi ku lewati tanpamu
Semoga besok aku masih mampu tanpamu
Aku mencintaimu
Senin, 12 Desember 2016
Bersama desarnya hujan di tengah malam ini
Ku kirim seutas puisi penyampai rindu
Semoga rindu kita bertemu dan jadi pelangi...
Kita tak dekat
Begitupun kita tak jauh
Hanya saja kita sedang membangun fondasi diri untuk sama sama saling memiliki
Sebab cinta terlalu naif tanpa materi tapi akan serakah jika hanya mengandalkan materi
Mari kita sama sama berjuang
Menyibukkan diri dengan masa depan
Semoga kelak sibukmu dan sibuk ku beranak
Sehingga kita mengeluh pada ranjang yang sama
Kukirimkan doa doa penyemangat lelahmu
Semoga berjuang selalu ada dalam pikiranmu
Dan bersama derasnya hujan di tengah malam ini
Ku kirim beberapa rindu penghangat dinginnya hatimu sebab pelukku yang masih tak halal menghangatkanmu
Dariku yang ketika hujan dan kau yang hanya bayang
Merindukanmu
Makassar Desember 2016