bila saja dapat ku lukis gambaran tentang dunia
dapatkah aku mengungkap segala dimensi yang bernaung didalamnya?
antara dimensi ada dan tak ada yang sukar dipahami nalar
ku tundukkan angkuhku yang tak berbatas
pada semua rasa yang ada namun tak ada
sejak lukislah pelangi dirumput yang hijau
bukan hanya pelangi yang menyapu gemerlap langit biru dipenghujung malam
pada pelangi yang ada namun tak ada
terlukislah olehmu gelap malam dan cahaya berkilauan
membentuk jajaran gugusan bintang dengan seribu ramalannya yang terus berganti
untuk yang ada namun tak ada
karena kamu ketiadaan yang ingin aku usahakan