lihat langit jingga itu, aku menitipkan senyum dibalik rasa yang terlukis bersamanya
ku lantunkan lagu bersama awan dan deru angin untuk menyambut bintang yang ku haruskan menemani bulan...
sebenarnya aku dalam belenggu kecewa tak bergambar ketika kepercayaan yang ku tebarkan terobrak abirk pada retorika dan logika yang ku ciptakan sendiri, pada pendirian yang ku kokohkan bersama evolusi rasa yang ternyata berbuah dusta...
sejenak tubuhku teroyak ketika ide dan realitaku tak sejalan dengan harapan yang selalu ku rencanakan.... dan tahukah kamu rasa ketika semua kondisi organ tubuh berjalan sesuai fungsi dan tugasnya sementara organ pepompa darahku terasa sesak berbeban berat dan hanya dihancurkan oleh beberapa tulisan yang maknanya membakar duniaku seketika, maenstrim? entahlah, akupun tak bisa menggambarkannya...
haruskah aku melakukan revolusi pada duniaku sendiri? merubah sudut pandang dan mendemokrasikan negara yang aku sendirilah pemimpinnya? terkadang aku merasa raga dan jiwaku berdemo ketika gelombang bunyi dan pantulan suara yang melewati selaput telingaku menangkap radar yang membuat seluruh organ tubuh yang TUHAN anugrahkan padaku secara sempurna merasakan getaran hebat yang membuatku lemah tak berdaya.
dan yang bisa aku lakukan hanyalah sabar, aku terlahir pada kodrat yang tuhan anugrahkan kesabaran tanpa batas, amarah yang bisa ditampung dan diolah menjadi air mata yang tak menemukan tetesan terakhir, sebisa mungkin aku menguatkan hati karena aku yakin TUHAN ada padaku dan bahkan lebih dekat dari urat nadiku, sebenarnya aku merasa tak ingin mengeluh tapi raga dan jiwaku bergejolak tiada henti sampai ketika ku gelar sajadah pada tempatku berserah atas segala dunia dan akhiratku, dan ku percaya bahwa TUHAN lah satu-satunya yang tak membohongiku dengan segala fakta dan kebenaran yang sudah tertulis dalam buku hidupku, yang ku percaya prosesnya bisa ku ceritakan pada dunia sampai waktuku untuk berhenti, AKU PERCAYA!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar