Kamis, 18 September 2014

Sepucuk surat Untuk gamemu

Hey, bisakah aku mojok denganmu? atau bertegur sapa denganmu meski hanya hitungan sekon?
hey, denganrkan aku
lihat amarahku yang memuncak terhadapmu
tidakkah kau tau dan sadar itu?
aku iri padamu
aku kesal padamu
karena waktu pacarku hanya dihabiskan denganmu
kamu bisa melukis senyumnya
menatapnya hingga berjam-jam
mendengarnya tertawa lepas, sementara aku? aku hanya bisa diam dan melihatnya tersenyum karenamu,
bukan karena aku, aku marah dengan semua yang komprehensif denganmu, ah sebalnya diriku....
apa yang istimewa tentangmu?
apakah kamu lebih cantik dariku?
atau senyummu lebih menawan dariku
atau mungkin matamu lebih indah dari mataku?
aku rasa tidak, aku lebih baik darimu tapi mengapa dia lebih memilih menghabiskan waktu denganmu ketimbang diriku? baca ini wahai ciptaan manusia dengan segelumput teknologi, dengarkan laraku wahai teknologi visual, bisakah aku mengatakan bulshit terhadapmu, tertanda diriku yang tidak nyaman akan hadirmu

1 komentar: