Umpama nafas yang abadi kau ku letakkan diujung langkah langkah terakhirku melihat dunia
Ku letakkan pada bising dan sunyi dunia yang hanya aku didalamnya
Umpama hidup kau ku adukan pada penghujung nasib meski menuju mu bukanlah kesempurnaan yang seutuhnya
Jika saja bisa,
Abadi didalam jiwa mungkinlah yang terbaik
Memandang meski sesekali menghela nafas menikmati indahnya tawa dan senyummu
Kata orang takdir bisa diubah lewat doa
Oleh karena itu lima sujud wajibku selalu menyelipkan namamu di dalamnya
Ingat kah engkau pada bunga diujung jurang itu? Yang diyakini abadi sampai kita mati
Sampai semua rasa terhenti
Sampai semua makna yang ambigu terpahami
Ku letakkan ia kini di ujung jendela
Supaya tetap mampu menyapa matahari
Supaya tetap mampu abadi
Sebab kau adalah yang paling ku ingini
Sebut saja aku edelweiss
Yang ingin mengabadikan diri bersamamu
Panggil saja aku edelweiss
Sebab aku menemukan ke-aku-anku yang abadi padamu
Salam dari pemilik edelweiss yang kau petik diujung jurang dulu yang kemudian kau letakkan dipintu kamarku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar