Malam sudah larut tapi tetap saja rasa ingin menulisku muncul tiba tiba...
Ini sudah menuju tahun ke Empat kita bersama... Ada yg berkomentar tentang "bersama" tapi biarlah itu menjadi urusanku dengan Penciptaku
Aku mecoba merenung
Mengais ngais kembali waktu yang telah kita lewati
Menapaki jejak jejak kaki yang kita tinggalkan
Bercermin mengingat seberapa banyak daging yang bertumpuk akibat lahapnya kita bercengkerama dalam warung warung
Aku tidak akan menambahkan karakter di cerita ataupun puisiku ini
Biar saja aku dan kamu nya menjelma jadi kita
Mari kebelakang
Ku suguhkan kue kue kenangan dengan minuman rasa tawa yang akan kita nikmati sambil bercerita
Sudah cukup banyak genggaman diantara jemari jemari kita
Pada senja senja yang kita pandangi indah
Pada terik siang yang kita lewati berdua dan hujan hujan yang riang meskipun mendung sering menyelimuti nya
Namun kita masih harus merindukan pagi ketika mataku atau matamu terbelah sementara malam halal untuk kita bersama (bersemangat lah dalam usahamu semoga takdir dan usaha membawa kita menuju Halal)
Tentang luka derita tangis dan sakit? Haha
Sebaiknya kita jelaskan
Kau pernah bahkan sering terjerumus pada tempat dimana hatiku terasa digiling dan dicincang
Dan aku? Memperbaiki permainanku
Lantas mengapa kita terus bersama?
Aku pernah bertanya " sampai kapan kita akan bersama" dan masih jelas di ingatanku jawaban atas dirimu " sampai benar benar diantara kita saling menyerah, sampai tak ada satupun dari kita yang coba memperbaiki"
Selamat malam aku hancur ditelan mimpi
Sampai jumpa di Esok yang tanya
Makassar September
Tidak ada komentar:
Posting Komentar